بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
اللهم صل عل سيدنا Ù…ØÙ…د Ùˆ على اله سيدنا Ù…ØÙ…د
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
"Ketahuilah Bahwa Tidak ada satupun yang sempurna di dunia ini, dan yakinlah bahwa kamu adalah manusia pilihan Allah, hanya kamu yang mampu menghadapi takdir yang Allah gariskan untuku"
Ini adalah sepenggal kisah nyata dalam hidupku.Aku sangat meyakini bahwa pendidikan dapat merubah semuanya menjadi lebih baik. Pada waktu SMA khususnya Kelas XII pada tahun 2012, sama seperi siswa/siswi lainnya, aku juga memiliki banyak mimpi yang ingin ku gapai setelah lulus SMA. Mimpi yang sangat banyak bagi sang miskin. Aku menyadari bahwa orang tua ku bukanlah orang kaya, maka aku berusaha untuk menggapai mimpiku dengan cara belajar yang giat. untuk menutupi biaya sekolah, aku berjualah makan ringan di sekolah. Alhamdulillah daganganku setiap hari habis dibeli teman-teman maupun guru. Tidak ada rasa malu apalagi gengsi, semuanya ku tepis jauh-jauh rasa itu. sederhana pikiranku yang penting aku bisa sekolah dan mampu membeli buku yang ku butuhkan walaupun aku harus berjuang, karena aku memiliki mimpi yang ingin ku gapai setelah lulus SMA. Cita-citaku adalah ahli matematika atau fisika karena aku memang sangat menyukai mata pelajaran Matematika dan fisikah. Mimpi pertama ku saat lulus SMA adalah Kulia di Jurusan Matematika atau fisika.
Aku berusaha sekuat mungkin untuk bisa kulia, akupun ikut daftar SMPTN Bidik Misi karena aku memang tak punya biaya, dengan ikut SMPTN Bidik Misi aku berharap bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikanku. 2 formasi yang aku daftarkan: Matematika di UNSRI dan Fisika di UNIB. Akupun ikut tes dan Alhamdulillahnya Aku diterima di UNIB jurusan Fisika. Namun Qadarullahnya, ternyata sebelum mendapatkan beasiswa calon mahasiswa baru harus membayar registrasi terlebih dahulu dengan biaya sendiri tidak langsung mendapatkan beasiswa ketika dinyatakan lulus tes. Sedangkan orang tuaku tidak punya uang. Dengan hati yang sedih aku harus melepaskan kesempatan yang selama ini aku impikan.
Aku masih berusaha mendaftarkan diri di STKIP_PGRI Lubuk Linggau, aku kembali mengambil matematika. Namun Qadarullah kembali mematahkan hati ku, aku lagi-lagi diterima tetapi tidak ada biaya untuk registrasi dan lainya. Putus asa, marah dan kecewa semuanya bersatu dalam hati. Aku marah mengapa Allah timpakan segalah yang tidak aku suka pada diriku. Saat itu, aku benar-benar putus asa, hatiku selalu melempar pertanyaan. "Mengapa harus aku, punya kekurangan fisik aku, dari keluarga miskin aku, tidak punya apa-apa aku, Mengapa Allah Tidak adil padaku, mengapa semuanya terjadi padaku?, Mengapa Tuhan?".
Mulai saat itu aku benar-benar merasa kehilangan arah, percuma saja belajar jika tidak ada uang. Aku marah dengan takdir yang Allah berikan padaku, satu tahun penuh aku hidup seakan tanpa tujuan dengan segalah kemarahan dan kekecewaan dalam hati.
Satu tahun kemudian tepatnya pada tahun 2013, Allah berika rezeki pada ayah ku dengan jalanNya sendiri, keinginan ku untuk melanjutkan pndidikan ke perguruan tingga memang belum pupus sepenuhnya. Akhirnya aku sampaikan pada Ayah, bahwa aku ingin kuliah. Akupun mendaftarkan diri di perguruan tinggi Agama Islam Bumi Silampari Kota Lubuk Linggau dan diterimah. Walaupun sudah kuliah semangatku masih hilang, kekecewaan dan kemrahan di hati belum hilang bahkan masih tertanam kuat. Selama tiga semester aku lalui dengan sesuka hati tanpa tujuan yang jelas. Hingga akhirnya pada semester 4 aku ketemu seorang dosen sepertinya ia dapat merasakan kesedihan dan kekeceaanku. kata-katanya mampu menyentuh hatiku, ia mengatakan "mita yakinllah setiap takdir Allah pasti baik, hanya saja saat ini Ia belum menyingkapkannya padamu, suatu saat ketika kamu mengetahuinya, maka kamu akan sangat bersyukur dengan takdirnya. kamu mau menjadi apa? itu tergantung kamu"
Kata-kata itu bagaikan air di tengah gurun pasir yang panas. Mulai saat itu semangatku kembali menyalah, aku kembali belajar dengan tekun. Dosen tersebut Namanya Masnurdin Tanung dan biasanya aku sering memanggilnya buya. hampir setiap hari aku belajar menterjemahkan Al-Qur'an dan tafsir. sesekali di selah pembelajaran ia selipkan ayat-ayat motivasi untuk menguatkan kyakinanku. Buya juga perna mengatakan "Mita jika kamu ingin menjadi PNS, caranya sangat mudah cukup kamu jawab semua soal dengan benar, maka kamu pasti lulus". Awalnya aku merasa buya hanya bercanda, masa iya segampang itu. Karena yang aku tahu orang yang bisa menjadi PNS itu hanya orang-orang yang punya uang sangat banyak. masa hanya dengan menjawab soal saja bisa lulus PNS. Rasa Ragu terus ada dalam hati hingga aku lulus dari perguruan tinggi.
"Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya." (QS. Al-Baqara/02: 286)
Bersambung (Lihat tulisan Menanti Di Garis Takdir Alhamdulillah Menjadi PNS)
